Prosesi Nyeput Adat Sasak

Hai sahabat online, balik lagi nih dengan saya Rizka Yuni Mantia. Kali ini kita akan melanjutkan cerita perjalanan proses pencarian naskah kuno di tulisan pertama saya yang kemarin. Nah kali ini perjalanan saya dan teman-teman di lakukan pada tanggal 8 November 2019 lalu. Sekitar pukul 17.00 sore. Sebelumnya saya dan teman-teman saya berkumpul di Gedung Kuliah Bersama (GKB) yanga berada di Universitas Mataram. Kami sangat-sangat antusias untuk kembali ke rumah bapak Wasiah, selaku pemilik naskah kuno di daerah Mapak Belitung yang tidak jauh dari Universitas Mataram, mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di kediaman bapak Wasiah. Sesampainya di sana seperti sebelumnya kami disambut degan sangat-sangat baik dan dengan tangan terbuka oleh keluarga bapak Wasiah. Kami kembali karena masih penasaran dengan hal-hal yang berkaitan dengan naskah kuno tersebut. Terlebih lagi, kami banyak sekali mendengar orang-orang bercerita tentang prosesi “nyeput” yang biasanya bisa membaca garis tangan masing-masing orang.

Pasti kalian bertanya-tanya bukan apasih prosesi “nyeput” itu?? Jadi istilah “nyeput” ini  bermakna, mengambil/memilih/menunjuk selembar naskah kuno, lalu pemilik naskah kuno tersebut menembangkan atau membacakan isi naskah itu dan mengartikan serta memaknai apa yang di tuliskan di dalam lembaran yang kita pilih. Kebanyakan orang juga percaya, jika hal yang dimaknai oleh pemilik naskah kuno itu merupakan kenyataan, bahkan suatu hal yang pernah terjadi atau yang akan terjadi. Percaya atau tidaknya itu tergantung masing-masing dari kita ya. Intinya niat dari dalam diri kita itu baik! Pak Wasiah menyuguhkan kita beberapa naskah kuno yang ada. Ada yang masih ditulis di atas daun lontar ada juga yang sudah disalin di atas kertas seperti pada umumnya. Dan kami memilih salah satu naskah kuno yang ada. Kami memilih naskah kuno berjudul Serat Muhammad. Naskah Serat Muhammad ini biasanya sering dibacakan ketika bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW tiba atau dalam kata lain ketika bulan maulid datang. Di dalam naskah Serat Muhammad itu mengisahkan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW. Terlebih dengan perjalanannya dalam menuntut ilmu.

Sebelumnya kami bertanya kepada bapak Wasiah, bagaimana cara melakukan prosesi nyeput tersebut, pak Wasiah hanya mengarahkan kami untuk memilih secara acak lembaran naskah yang akan diartikan dan tentunya dengan niat yang baik pula. Satu persatu dari teman saya mulai melakukan prosesi nyeput. Tiba saatnya giliran saya untuk memilih, dengan perasaan yang sedikit cemas karena takut mendengar hal-hal yang buruk, saya membulatkan tekad lalu memilih selembar kertas naskah kuno, dan menunjukkan bagian yang ingin dibacakan artinya. Setelah itu bapak Wasiah melihat tulisan yang saya pilih. Itu merupakan tembang dang-dang karena ada 11 baris di dalam satu pupuh atau bisa juga di bilang satu paragraf. Pak Wasiah melantunkan bacaan yang ada di naskah kuno tersebut dengan saksama dan mengartikannya. Di dalam naskah itu tertulis, jika kita ingin mewujudkan cita-cita atau menggapainya setinggi langit maka jangan pernah membantah atau melawan perkataan orang tua kita. Karena bisa jadi, jika kita patuh kepada kedua orang tua kita, itu merupakan jalan yang diberikan oleh Allah agar kita mencapai apa yang dicita-citakan. Doa orang tua sangat-sangat berperan penting juga untuk kehidupan kita. Ridho-Nya orang tua adalah Ridho-Nya Allah juga. Jadi apa pun yang kita inginkan hendaklah meminta restu dari orang tua, patuhi perintahnya, jangan buat mereka marah karena perilaku buruk kita agar semua harapan dan cita-cita kita bisa tercapai.

Saya dan pak Wasiah, 8 November 2019.

Mungkin itu saja pengalaman yang dapat saya ceritakan untuk sahabat online tercinta. Semoga bisa diambil hal-hal positifnya ya dan semoga bermanfaat juga untuk kalian semua. Maaf jika ada salah-salah kata dan terima kasih karena telah membaca. Aku mencintai kalian, seperti kata-kata yang sangat suka untuk ditulis. Sebab ia tidak pernah berkhianat  
Sampai jumpa lagi!

Komentar

  1. Sangat bermanfaat sekali terima kasih kak.

    BalasHapus
  2. Keren sekali kak dan sangat bermanfaat, teruslah menulis kak 😊

    BalasHapus
  3. Ilmu baru untuk kami adi ttingkat

    BalasHapus
  4. Waaah mantap sekali kak! Sangat bermanfaat>_<

    BalasHapus
  5. Bermanfaat skli, trus lah mencintai budaya sasaka #budaya sasak

    BalasHapus
  6. Menarik dan bermanfaat sekali sis👍

    BalasHapus
  7. Wah sangat bermanfaat. Kembangkan kak 😊

    BalasHapus
  8. Ihhhh bagus deh tulisannya jadi terharu saya saking bagusnya😢apalgi ngebahas ttng orang tua ahhhh mkin sdih😢

    BalasHapus
  9. Sangat menyentuh, jadu anak yang lebih berbakti lagi

    BalasHapus

Posting Komentar